Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Suntik Skleroterapi Wasir - Prosedur dan Efek Samping

Wasir biasanya dapat menghilang dengan sendirinya setelah mengubah pola makan yang sehat dan berserat. Namun untuk kondisi wasir yang lebih parah dibutuhkan penanganan medis, salah satunya seperti penyuntikan skleroterapi.

Skleroterapi Wasir

Wasir atau ambeien merupakan kondisi dimana pembuluh darah pada bagian anus dan rektum mengalami pembengkakan atau pembesaran. Secara umum wasir tergolong menjadi 2 jenis, yaitu ambeien internal dan eksternal.

Pembuluh darah yang membengkak di dalam anus dan tidak terlihat dari luar disebut sebagai ambeien internal. Sedangkan pembengkakan yang terjadi di luar anus dekat lubang anus, terasa lebih nyeri, serta tampak dari luar disebut ambeien eksternal.

Gejala dan Penyebab Wasir

Wasir tidak selalu menimbulkan gejala, namun bila gejala muncul penderita dapat merasakan keluhan seperti:
  • Rasa gatal atau nyeri di sekitar anus.
  • Perdarahan setelah buang air besar.
  • Keluarnya lendir setelah BAB.
  • Timbulnya benjolan di sekitar anus.

Beberapa pemicu wasir adalah sembelit atau diare berkepanjangan, sering mengangkat beban berat, kehamilan, baru melahirkan, dan kebiasaan duduk terlalu lama.

Tingkat Keparahan Wasir

Menurut Dr. Ari Fahrial Syam dari Divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengatakan, tingkat keparahan wasir dibagi menjadi 4 stadium, yaitu sebagai berikut.

Tingkat Keparahan Wasir

Stadium 1

Mulai terjadi pembesaran vena di anus. Ukurannya masih kecil sehingga biasanya belum menimbulkan gejala apapun. Baru bisa terdeteksi ketika diperiksa dengan endoskopi. Namun terkadang sudah mulai menimbulkan rasa tidak nyaman saat buang air besar (BAB).

Stadium 2

Pembesaran vena sudah mulai dapat teraba, bisa keluar dari anus saat Bab dan masuk kembali secara spontan setelah Bab, namun belum ada pendarahan. Terkadang terjadi infeksi yang mengakibatkan rasa panas dan gatal di anus. Kemungkinan rasa panas meningkat saat duduk terlalu lama dan saat BAB.

Stadium 3

Pembesaran vena lebih sering keluar dari anus, bahkan sudah tidak mampu dimasukan kembali secara spontan. Maka untuk memasukkannya diperlukan bantuan jari. Dapat menimbulkan rasa panas saat duduk terlalu lama ataupun saat BAB. Saat terjadi kontraksi, vena yang membesar bisa pecah dan menimbulkan pendarahan.

Stadium 4

Pembesaran vena sudah tidak dapat dimasukan kembali, meskipun dengan bantuan jari. Pendarahan terjadi semakin sering lantaran vena yang semakin membesar, sehingga mungkin dapat membuat penderitanya kekurangan darah atau penurunan hemoglobin (HB).

Baca Juga: Bisakah Wasir Stadium 4 Sembuh Tanpa Operasi

Wasir harus segera ditangani agar tidak membengkak dan pecah. Saat ini ada berbagai penanganan untuk membantu mengobati wasir, salah satu penanganan wasir tanpa operasi yaitu penyuntikan skleroterapi.

Suntik Skleroterapi Wasir

Skleroterapi merupakan prosedur medis tanpa operasi untuk membantu mengobati malformasi vaskular dan limfatik, seperti vena venula, varikose, dan wasir.

Dalam prosedur ini, larutan sklerosan dimanfaatkan untuk mengecilkan vena yang membengkak dan menutup vena retikuler secara berkala, sehingga meminimalisir kecenderungan untuk kambuh. Oleh karena itu, prosedur ini lebih diutamakan dibanding terapi laser.

Cara Kerja Skleroterapi

Sebelum menjalani skleroterapi, pasien diarahkan untuk menjalani pemeriksaan fisik total dan evaluasi vena secara menyeluruh, biasanya dengan pencitraan ultrasound. Tujuannya adalah untuk mendeteksi adanya penyakit pembuluh darah dan penyakit lain, ataupun alergi yang dapat menghambat prosedur.

Kemudian, dokter melanjutkan dengan menyuntikkan larutan sklerosan secara perlahan dan langsung ke dalam vena dengan menggunakan jarum halus (30-gauge). Setiap suntikan mengandung 0,1-0,4 ml larutan atau zat sklerosan dan disuntikkan setiap 2-3 cm hingga seluruh pembuluh terobati.

Setelah menjalani prosedur ini, wasir akan mengecil atau menyusut dalam waktu sekitar satu setengah bulan. Hindari olahraga berat setelah menjalani prosedur ini. Pasien yang telah menjalani skleroterapi akan merasakan nyeri untuk sementara waktu atau sedikit mengalami perdarahan, namun tetap diperbolehkan untuk melanjutkan aktivitas normal.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Skleroterapi

Meski sederhana dan merupakan prosedur non-invasif, skleroterapi memiliki komplikasi tersendiri. Komplikasi yang terjadi dimulai dari efek samping sementara yang bisa sembuh dengan sendirinya hingga efek samping yang lebih berat dan memerlukan pengobatan.

Efek samping sementara yang berlangsung selama beberapa hari, minggu, atau bahkan bulan dan tahun untuk benar-benar hilang, di antaranya:
  • Area memerah membesar
  • Luka kecil di kulit
  • Memar
  • Terlihat banyak pembuluh darah kecil berwarna merah di permukaan kulit
  • Pigmentasi atau kulit menjadi lebih gelap
  • Garis-garis atau bercak-bercak di kulit

Sedangkan komplikasi yang lebih serius dan memerlukan pengobatan, termasuk:
  • Gumpalan darah/Pendarahan
  • Radang
  • Reaksi alergi terhadap zat yang digunakan, yang dapat menyebabkan urtikarial atau anafilaksis
  • Gelembung udara dalam aliran darah
  • Edema
  • Trombosis vena dalam
  • Infark miokard

Nah demikian prosedur dan efek samping suntik skleroterapi wasir, silahkan berkonsultasi dengan dokter yang menangani Anda, untuk mendapatkan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi penyakit wasir yang Anda alami.

Selain itu, terdapat juga obat wasir herbal yang dapat Anda coba sebagai salah satu solusi alternatif pengobatan wasir tanpa operasi. Berikut kami rekomendasikan obat Ambejoss dari de nature indonesia, yang mengandung ekstrak daun ungu dan bahan aktif lain di dalamnya.

Obat Wasir Ambejoss

Daun Ungu adalah produk herbal yang dipercaya bermanfaat untuk meredakan gejala wasir (ambeien). Daun ungu berasal dari ekstrak daun tanaman Graptophyllum pictum dan tersedia dalam bentuk kapsul.

Beberapa penelitian yang mengambil ekstrak daun ungu atau Graptophyllum pictum menyatakan adanya berbagai zat yang memiliki efek antioksidan di dalam tanaman ini, termasuk flavonol, tannin, coumarin, dan saponin. Kombinasi zat ini diyakini mampu mengatasi peradangan dan melunakkan tinja.

Posting Komentar untuk "Suntik Skleroterapi Wasir - Prosedur dan Efek Samping"