Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kenali Tingkat Keparahan Penyakit Wasir dan Pengobatanya

Wasir atau ambeien adalah pembengkakan atau pembesaran dari pembuluh darah di usus besar bagian akhir (rektum), serta dubur atau anus.

Pada sebagian orang, wasir tidak menimbulkan gejela. Namun bagi orang lain, wasir dapat menimbulkan gejala seperti gatal panas pada anus, Bab berdarah, pembengkakan pada anus, dan ketidaknyamanan terutama saat duduk.

Kenali Tingkat Keparahan Penyakit Wasir dan Pengobatanya

Penyebab utama wasir sebenarnya masih belum jelas. Namun beberapa ahli medis mengatakan, ada kaitanya dengan meningkatnya tekanan dalam aliran darah di dalam atau di sekitar anus. Tekanan inilah yang menyebabkan pembuluh darah pada anus membengkak dan mengalami peradangan.

Selain itu terdapat juga beberapa faktor risiko yang menyebabkan Anda terkena wasir, diantaranya yaitu:
  • Konstipasi atau sembelit yang berkepanjangan (kronis) akibat kekurangan asupan serat dari makanan.
  • Diare yang berkepanjangan.
  • Obesitas atau kelebihan berat badan.
  • Melakukan seks anal.
  • Riwayat wasir dalam keluarga.
  • Terlalu sering duduk dalam waktu yang lama.
  • Batuk dan muntah-muntah yang berkepanjangan.
  • Sering mengangkat beban berat.
  • Hamil. Kondisi ini dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di daerah panggul.
  • Bertambahnya usia. Semakin tua usia seseorang, jaringan penopang tubuhnya semakin lemah. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko terkena wasir.

Ada dua jenis wasir, yaitu wasir internal dan wasir eksternal. Pembuluh darah yang membengkak di dalam anus dan tidak terlihat dari luar disebut sebagai wasir internal. Sedangkan pembengkakan yang terjadi di luar anus dekat lubang anus, terasa lebih nyeri, serta tampak dari luar disebut wasir eksternal.

Stadium Penyakit Wasir

Menurut Dr. Ari Fahrial Syam dari Divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengatakan, tingkat keparahan wasir dibagi menjadi 4 stadium, yaitu sebagai berikut.

Stadium Penyakit Wasir

Stadium 1

Mulai terjadi pembesaran vena di anus. Ukurannya masih kecil sehingga biasanya belum menimbulkan gejala apapun. Baru bisa terdeteksi ketika diperiksa dengan endoskopi. Namun terkadang sudah mulai menimbulkan rasa tidak nyaman saat buang air besar (BAB).

Stadium 2

Pembesaran vena sudah mulai dapat teraba, bisa keluar dari anus saat Bab dan masuk kembali secara spontan setelah Bab, namun belum ada pendarahan. Terkadang terjadi infeksi yang mengakibatkan rasa panas dan gatal di anus. Kemungkinan rasa panas meningkat saat duduk terlalu lama dan saat BAB.

Stadium 3

Pembesaran vena lebih sering keluar dari anus, bahkan sudah tidak mampu dimasukan kembali secara spontan. Maka untuk memasukkannya diperlukan bantuan jari. Dapat menimbulkan rasa panas saat duduk terlalu lama ataupun saat BAB. Saat terjadi kontraksi, vena yang membesar bisa pecah dan menimbulkan pendarahan.

Stadium 4

Pembesaran vena sudah tidak dapat dimasukan kembali, meskipun dengan bantuan jari. Pendarahan terjadi semakin sering lantaran vena yang semakin membesar, sehingga mungkin dapat membuat penderitanya kekurangan darah atau penurunan hemoglobin (HB).

Baca juga:

Penanganan Wasir Tanpa Operasi

Pengikatan atau Ligasi Wasir

Dokter akan menggunakan tali elastis untuk di ikatkan dengan kuat pada dasar wasir guna memotong aliran darah. Tanpa aliran darah, wasir akan terlepas setelah satu minggu.

Rasa tidak nyaman dan nyeri dapat muncul selama satu sampai dua hari pasca operasi. Obat pereda nyeri akan diberikan untuk mengatasi rasa sakit.

Wasir akan terlepas ketika buang air besar. Hal ini ditandai dengan munculnya lendir atau jaringan saat buang air besar, tujuh hari setelah ligasi.

Setelah tindakan pengikatan, darah yang muncul saat buang air besar merupakan hal yang normal. Namun jika darah yang keluar banyak dan tidak berhenti atau keluar gumpalan darah, dianjurkan untuk segera pergi ke rumah sakit terdekat.

Suntikan Skleroterapi

Skleroterapi bisa dilakukan sebagai pengganti prosedur pengikatan wasir. Pada proses skleroterapi, larutan kimia disuntikkan melalui pembuluh darah  di sekitar anus.

Suntikan ini akan menghilangkan rasa sakit dengan membuat ujung saraf menjadi mati rasa (kebas) serta membuat jaringan wasir mengeras, sehingga akhirnya membentuk sebuah luka. Usai menjalani prosedur ini, wasir akan mengecil atau menyusut dalam waktu sekitar satu setengah bulan.

Hindari olahraga berat setelah menjalani prosedur ini. Pasien yang telah menjalani skleroterapi akan merasakan nyeri untuk sementara waktu atau sedikit mengalami perdarahan, namun tetap diperbolehkan untuk melanjutkan aktivitas normal.

Koagulasi Inframerah

Koagulasi dengan inframerah terkadang juga dipakai untuk menangani wasir. Pada prosesnya, sebuah alat yang memancarkan sinar inframerah dipakai untuk membakar jaringan wasir. Langkah ini juga berfungsi untuk memotong aliran darah.

Selain inframerah, prosedur yang sama juga bisa dilakukan menggunakan arus listrik. Metode ini lebih dikenal dengan diatermi atau elektrokoagulasi.

Menggunakan Obat Herbal

Selain beberapa metode di atas, terdapat juga obat herbal sebagai alternatif pengobatan wasir yang dapat Anda coba. Salah satu obat wasir herbal yang kami rekomendasikan yaitu obat Ambejoss dari de nature indonesia.

Obat Wasir Ambejoss

Obat herbal Ambejoss mengandung ekstrak daun ungu dan bahan aktif lain di dalamnya. Dimana beberapa kandungan obatnya telah teruji secara klinis dan terbukti dapat membantu mengobati wasir tanpa operasi.

Posting Komentar untuk "Kenali Tingkat Keparahan Penyakit Wasir dan Pengobatanya"