Pemberian vaksin Hpv bertujuan untuk mencegah infeksi virus Hpv seperti kutil kelamin dan kanker, jadi bukan untuk mengobati seseorang yang sudah terinfeksi virus Hpv.

Oleh karena tujuannya untuk mencegah, jadi vaksin biasanya diberikan sebelum seseorang terinfeksi virus Hpv, baik yang menyebabkan kutil kelamin dan kanker.

Vaksin HPV Kutil Kelamin

Idealnya vaksin Hpv akan diberikan 2 atau 3 kali sebelum seseorang mulai aktif secara seksual, yaitu mulai usia 9-12 tahun. Penelitian menunjukkan bahwa pemberian vaksin pada usia yang dianjurkan dapat bekerja lebih baik dibanding ketika diberikan setelah dewasa.

Namun bila Anda belum menerima atau belum lengkap menerima vaksin Hpv saat usia 9-12 tahun, vaksin Hpv dapat dilakukan dari usia 13-26 tahun.

Risiko Pemberian Vaksin Hpv


Vaksinasi Hpv tergolong aman, Vaksin Hpv umumnya hanya menimbulkan efek samping ringan, seperti:
  • Pusing
  • Mual
  • Muntah
  • Sakit kepala
  • Lemas, dan
  • Pingsan
Segera temui dokter jika efek samping tersebut muncul, agar dapat diberikan penanganan secepatnya.

Vaksin Tidak Selamanya Melindungi Anda Dari Infeksi Virus Hpv


Perlu diingat bahwa vaksin tidak melindungi Anda dari semua jenis infeksi Hpv. Para ahli pun tidak mengetahui secara persis berapa lama vaksin Hpv dapat berjalan dengan efektif. Namun, berdasarkan penelitian yang banyak dilakukan sejauh ini diketahui bahwa vaksin Hpv bisa membantu melindungi Anda dalam jangka waktu sekitar lima tahun.

Oleh karena itu, Anda tetap perlu menggunakan kondom saat sedang berhubungan seks baik oral, anal, dan juga vaginal. Selain mewujudkan seks aman, kondom membantu mencegah penyebaran jenis Hpv lainya.

Selain itu, kondom juga membantu melindungi Anda dan pasangan dari risiko penyakit kelamin lainnya. Usahakan juga untuk tidak berganti-ganti pasangan dan menjaga kebersihan diri setiap habis berhubungan seks.

Perlukah Melakukan Vaksin Setelah Terinfeksi Virus Hpv Kutil Kelamin?


Jawabannya adalah ya! Anda masih perlu melakukan vaksinasi karena ada banyak jenis strain Hpv dan jenis vaksin yang berbeda. Secara umum ada tiga jenis vaksin untuk HPV dengan sasaran strain atau tipe Hpv yang berbeda-beda.

Semua vaksin mulai dari Gardasil, Gardasil 9, dan Cervarix mencegah penyebaran strain 16 dan 18 yang berisiko sebabkan kanker serviks sebesar 70 persen. Gardasil mencegah virus dengan strain 6 dan 8 yang menyebabkan kutil kelamin. Selanjutnya Gardasil 9 untuk mencegah kutil kelamin dan lima tambahan strain 31, 33, 45, 52, dan 58 yang juga memicu kanker.

Baca Juga: Cara Menghilangkan Kutil Kelamin Dengan Mudah 3 Hari Rontok

Saat terkena kutil kelamin, Anda masih memiliki resiko terinfeksi virus Hpv lainnya yang bisa memicu timbulnya kanker serviks atau kanker lain. Jadi, vaksinasi tetap perlu agar semua jenis virus Hpv dapat dicegah dan tidak menyebabkan masalah di kemudian hari.

Selain itu pasien wanita yang didiagnosis kutil kelamin, juga disarankan untuk menjalani Pap smear tiap 3 atau 6 bulan sekali. Dengan begitu, dokter dapat mengetahui bila ada perubahan pada leher rahim pasien. Langkah ini penting, karena wanita yang menderita kutil kelamin berisiko tinggi terserang kanker leher rahim.

Rekomendasi Pengobatan Kutil Kelamin


Saat ini ada berbagai metode pengobatan untuk menghilangkan kutil kelamin yang dapat Anda coba. Mulai dengan obat - obatan yang diresepkan oleh dokter, tindakan ablasi, dan menggunakan obat herbal alami.

Berikut ini kami rekomendasikan OBAT KUTIL KELAMIN DENATURE yang terbuat dari bahan herbal pilihan. Dimana beberapa kandungan obatnya sudah terbukti Ampuh merontokan kutil kelamin tanpa operasi. 

Obat kutil kelamin denature juga sudah terdaftar oleh BPOM dan MUI. Lebih aman dan tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya bagi tubuh. 

OBAT KUTIL KELAMIN DE NATURE

3 Hari Rontok Tanpa Operasi

Obat Kutil Kelamin Denature

Jual Obat Kutil Kelamin Denature

Bisa COD (Bayar Ditempat)

"Pesan Sekarang Diskon 28 %"